← Kembali ke Edukasi

Kearifan Hara Hachi Bu

Mengenal Hara Hachi Bu: Seni Menghargai Rasa Kenyang Delapan Puluh Persen

KPdr. Kenji Pramana, Sp.GK7 menit membacaMindful Eating

Mengenal Hara Hachi Bu: Seni Menghargai Rasa Kenyang Delapan Puluh Persen

Mengapa memberi jeda 20 menit pada reseptor lambung terbukti secara klinis memperpanjang usia seluler, menstabilkan lonjakan glukosa darah, dan melenyapkan keletihan letih pascamakan.

Hara hachi bu (腹八分目) adalah ajaran Konfusian yang dipraktikkan turun-temurun di Okinawa: berhenti makan ketika perut terasa delapan puluh persen penuh. Praktik ini bukan bentuk pembatasan, melainkan latihan mendengarkan tubuh.

Sinyal kenyang dari lambung membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit untuk sampai ke hipotalamus. Ketika kita makan tergesa, kita melewati jendela waktu tersebut dan baru menyadari kekenyangan setelah porsi berlebih terlanjur masuk.

Secara metabolik, menyisakan dua puluh persen ruang lambung menurunkan beban glikemik satu santapan, mengurangi lonjakan insulin, dan menjaga kewaspadaan mental di jam-jam setelah makan.

Di Raifu, prinsip ini diterjemahkan menjadi tiga kebiasaan sederhana: makan tanpa layar, meletakkan sumpit atau sendok di antara suapan, dan memberi jeda sebelum memutuskan tambah porsi.

Artikel ini merupakan materi edukasi umum. Untuk kondisi medis khusus, kehamilan, atau penyakit metabolik kronis, konsultasikan penyesuaian pola makan Anda dengan dokter spesialis gizi klinis.

Bacaan Berikutnya

Jelajahi Semua Artikel